About

HARI DESA NASIONAL

Bersama Pemerintah Kab. Kolaka Utara Mermperingati Hari Desa Nasional.

KETAPANG DESA

Penebaran Benih Ikan Nila Salin.

KOORDINASI PENDAMPING ZONA II

Evaluasi Progres Pendampingan.

OJT KPM KECAMATAN WATUNOHU

Peningkatan Kapasitas Kader Dalam Mendukung Percepatan Penurunan Stunting di Iingkat Desa.

DERMAGA TUA

Dermaga Tua Desa Sapoiha salah satu Pusat Wisata Kuliner di Kecamatan Watunohu.

Selasa, 27 Oktober 2026

 

*Cegah Stunting, Desa Nyule Kecamatan Watunohu Gelar Rembuk Stunting Bersama Lintas Sektor*


*NYULE, WATUNOHU, Kolaka Utara* – Dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting, Pemerintah Desa Nyule, Kecamatan Watunohu, Kabupaten Kolaka Utara, menggelar kegiatan Rembuk Stunting.


Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur terkait, antara lain perwakilan Pemerintah Kecamatan Watunohu, Puskesmas Watunohu beserta tenaga kesehatan yang ada di desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), serta perangkat desa dan unsur masyarakat Desa Nyule.


Kegiatan ini difasilitasi oleh Pendamping Desa Kecamatan Watunohu dan turut hadir Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Kolaka Utara, Bapak Sultan Darampa, yang memberikan penjelasan teknis terkait peran serta Pemerintah Desa dan pemanfaatan Dana Desa dalam penanganan stunting di desa.


Rembuk stunting ini menjadi forum musyawarah untuk membahas langkah-langkah strategis dalam pencegahan dan penanganan stunting di tingkat desa.






Dalam pembahasannya, peserta rembuk sepakat untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Beberapa poin strategis yang dibahas meliputi:


1.  *Peningkatan Edukasi:* Sosialisasi pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pemenuhan gizi seimbang, dan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin bagi ibu hamil dan balita.

2.  *Penguatan Data:* Validasi dan pemutakhiran data keluarga berisiko stunting dan balita stunting di Desa Nyule agar intervensi lebih tepat sasaran.

3.  *Optimalisasi Peran Posyandu:* Meningkatkan peran aktif kader Posyandu dan tenaga kesehatan desa dalam pemantauan tumbuh kembang anak.

4.  *Konvergensi Program:* Menyelaraskan program desa, seperti pemberian makanan tambahan (PMT), penyediaan air bersih dan sanitasi, dengan program dari Puskesmas dan Kecamatan.


Perwakilan dari Puskesmas Watunohu dalam pemaparannya menekankan bahwa stunting bukan hanya masalah tinggi badan, tetapi berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama sejak dari keluarga.


Sementara itu, pihak Kecamatan Watunohu mengapresiasi inisiatif Desa Nyule dalam menggelar rembuk ini dan berharap hasil rembuk dapat ditindaklanjuti dalam RKPDes dan menjadi program prioritas desa dalam upaya mewujudkan Desa Nyule bebas stunting.


Senin, 26 Oktober 2026

 

*PEMERINTAH DESA WATUNOHU GELAR REMBUK STUNTING DIRANGKAI RKPDes PERUBAHAN APBDes 2026 DAN PENYUSUNAN RKPDes 2027*


*WATUNOHU, KOLAKA UTARA * Pemerintah Desa Watunohu, Kecamatan Watunohu, Kabupaten Kolaka Utara menggelar kegiatan Rembuk Stunting yang dirangkaikan dengan Musyawarah RKPDes / APBDes Perubahan Tahun 2026 serta Penyusunan dan Penetapan RKPDes Tahun 2027, bertempat di Balai Desa Watunohu, pada [isi tanggal kegiatan].

    Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Watunohu beserta Kasi Pemerintahan dan PMD, Kepala Puskesmas Watunohu beserta staf, Kepala Desa Watunohu dan seluruh aparat desa, Ketua BPD beserta anggota, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten, Koordinator Kecamatan Tenaga Pendamping Profesional (Korcam TPP) Watunohu, serta sejumlah tokoh masyarakat, kader Posyandu, dan Kader Pembangunan Manusia (KPM).

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Tim Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM), Bapak Sultan Darampa, melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) guna memantau pelaksanaan kegiatan serta memastikan proses perencanaan berjalan sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku.

Kegiatan ini juga difasilitasi oleh Tenaga Pendamping Profesional (TPP) yang turut mendukung jalannya musyawarah, sehingga proses pembahasan dan perencanaan dapat berlangsung dengan baik.

Melalui Rembuk Stunting, pemerintah Desa Watunohu bersama para pemangku kepentingan diharapkan dapat mengidentifikasi berbagai permasalahan terkait stunting serta merumuskan langkah-langkah penanganan yang tepat, terarah, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Musdes Perencanaan Tahun Anggaran 2027 menjadi forum penting untuk menampung aspirasi masyarakat, membahas kebutuhan prioritas Watunohu, serta menyusun rencana pembangunan berdasarkan kebutuhan dan potensi lokal.

Rembuk stunting ini bertujuan untuk membahas capaian dan kendala penanganan stunting di Desa Watunohu serta menyelaraskannya dengan perencanaan pembangunan desa tahun mendatang.

Dalam paparan KPM Desa Watunohu, disampaikan capaian e-HDW (Human Development Worker) pada Triwulan III tahun 2025-2026 dengan posisi capaian sebesar *85,55%*. 

Dari capaian tersebut, terdapat tiga sasaran yang menjadi perhatian:

1.  Keluarga 100% terdata dan terlayani

2.  Anak usia 0-59 bulan sebanyak 3 orang yang telah ter-update datanya dengan capaian 35%

3.  Remaja Putri (Rematri) sebanyak 112 orang dengan capaian 95,55%

Selain itu, terdeteksi 1 orang Calon Pengantin (Capin) yang sebelumnya terlewatkan pendataannya dan baru terdeteksi setelah menikah, sehingga tidak perlu lagi dilakukan updating data di aplikasi e-HDW.

Kepala Desa Watunohu dalam sambutannya menegaskan bahwa hasil rembuk ini menjadi dasar penting untuk penganggaran di tahun 2027. Adapun sejumlah kebutuhan prioritas yang diusulkan untuk masuk dalam APBDes 2027 adalah dukungan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita dan ibu hamil, pengadaan peralatan medis untuk Posyandu, serta pengadaan meja dan sarana pendukung Posyandu lainnya.

Sementara untuk fokus perencanaan pembangunan 2027, musyawarah menyepakati beberapa kegiatan yang tertunda di tahun 2026 menjadi perhatian utama, yaitu pembangunan *drainase untuk saluran banjir* dan pembangunan *got / saluran limbah SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Program Makan Bergizi Gratis (MBG)* untuk menjaga sanitasi dan kesehatan lingkungan.

Camat Watunohu dalam arahannya mengapresiasi capaian Desa Watunohu dan menekankan pentingnya konvergensi antar lintas sektor. "Penurunan stunting bukan hanya tugas Puskesmas dan desa, tapi tugas bersama. Drainase dan limbah MBG yang dibahas hari ini adalah bentuk intervensi sensitif yang sangat tepat untuk mencegah stunting," ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Komitmen Bersama Rembuk Stunting dan Kesepakatan RKPDes Tahun 2027 oleh seluruh unsur yang hadir.