About

HARI DESA NASIONAL

Bersama Pemerintah Kab. Kolaka Utara Mermperingati Hari Desa Nasional.

KETAPANG DESA

Penebaran Benih Ikan Nila Salin.

KOORDINASI PENDAMPING ZONA II

Evaluasi Progres Pendampingan.

OJT KPM KECAMATAN WATUNOHU

Peningkatan Kapasitas Kader Dalam Mendukung Percepatan Penurunan Stunting di Iingkat Desa.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 03 Juni 2026


Evaluasi Program Desa 2026, TAPM Kolaka Utara Pimpin Rakor TPP Zona 2

Kolaka Utara – Tenaga Pendamping Profesional (TPP) wilayah Zona 2 Kabupaten Kolaka Utara menggelar Rapat Koordinasi evaluasi pelaksanaan program desa tahun anggaran 2026. 

Pertemuan ini difokuskan untuk mengukur sejauh mana progres pembangunan dan pemberdayaan masyarakat berjalan di tingkat desa, sekaligus mencari solusi atas berbagai kendala di lapangan. Rapat koordinasi yang bertempat di wilayah Zona 2 ini dipandu secara langsung oleh Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Kolaka Utara, Bapak Suply, yang juga bertindak sebagai Ketua Kelas untuk TPP Zona 2. Dalam arahannya, Bapak Suply menekankan pentingnya sinergi dan pengawasan melekat dari para pendamping desa agar seluruh program yang direncanakan dapat terealisasi tepat waktu, tepat sasaran, dan akuntabel. Ia menginstruksikan agar pendamping terus memperkuat fungsi fasilitasi di desa binaan masing-masing. 

Adapun sejumlah agenda strategis dan evaluasi yang menjadi sorotan utama dalam rakor meliputi: Program Bantuan Langsung Tunai (BLT): Memastikan penyaluran dana BLT kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berjalan lancar tanpa adanya potongan dan sesuai dengan regulasi terbaru.
Ketahanan Pangan: Mengevaluasi pemanfaatan anggaran ketahanan pangan desa, baik dari sektor nabati maupun hewani, agar memberikan dampak langsung pada penguatan ekonomi masyarakat.
Gerai Koperasi Desa Merah Putih: Membahas perkembangan pembangunan dan pengelolaan gerai koperasi yang digadang-gadang menjadi pusat perputaran ekonomi kerakyatan di desa.
Sarana dan Prasarana (Sarpras) Lainnya: Menilai kemajuan pembangunan fisik infrastruktur desa yang dibiayai melalui Dana Desa.Program Non-Sarpras: Mengevaluasi berbagai program pemberdayaan sumber daya manusia (SDM), pelatihan keterampilan, dan kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat desa lainnya.
Melalui rakor ini, Bapak Suply berharap seluruh Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) di Zona 2 Kolaka Utara memiliki kesepahaman langkah. Evaluasi ini diharapkan menjadi bahan perbaikan strategi pendampingan di sisa tahun anggaran agar kemandirian desa di Kabupaten Kolaka Utara dapat segera terwujud. 

struktur

STRUKTUR REDAKSI WEBBLOGSPOT TPP WATUNOHU


            PENANGGUNG JAWAB : KORCAM TPP WATUNOHU

            PIMPINAN REDAKSI    : ANDI JAYADI FADLY

            STAF REDAKSI            :


            KONTRIBUTOR :

            1. 


Minggu, 24 Mei 2026

Percepat Penuntasan Data KPM, Pemdes Lahabaru Gelar Rapat Koordinasi

Pendamping Desa bersama Pemerintah Desa Lahabaru menggelar rapat koordinasi guna mempercepat pendataan serta penginputan data layanan pencegahan stunting pada aplikasi electronic Human Development Worker (eHDW). Langkah ini diambil untuk memastikan akurasi data sasaran 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) agar konvergensi penanganan stunting berjalan optimal.

Kepala Desa Lahabaru Syahruddin menegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) terkait langkah kongkrit dalam percepatan pendataan dan penginputan data pada aplikasi electronic Human Development Worker (eHDW) di balai desa setempat. Rakor ini difokuskan untuk mengevaluasi sejauh mana progres penginputan data sasaran prioritas, khususnya terkait layanan pencegahan stunting di tingkat desa. 

Pendamping Desa (Andi Jayadi Fadly, SH) dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya peran aktif KPM dalam melakukan pembaruan data secara berkala. Menurutnya, data yang akurat dan real-time sangat dibutuhkan oleh pemerintah desa dan pusat sebagai dasar pengambilan kebijakan serta penyusunan program intervensi kesehatan masyarakat."Aplikasi eHDW ini adalah instrumen penting dari Kementerian Desa untuk mengawal 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Oleh karena itu, percepatan penginputan data ini tidak bisa ditunda agar sasaran seperti ibu hamil, balita, dan calon pengantin di desa kita bisa terpantau dengan baik," tegas Kepala Desa Dalam rapat tersebut, KPM Desa Lahabaru memaparkan beberapa kendala teknis yang dihadapi di lapangan, mulai dari kendala jaringan hingga proses sinkronisasi data pada sistem eHDW. 

Pemerintah Desa dan KPM kemudian menyepakati langkah tindak lanjut, termasuk penyediaan fasilitas pendukung dan jadwal evaluasi rutin mingguan untuk memastikan seluruh data telah dientri dengan tuntas.  Rakor ini ditutup dengan komitmen bersama antara Pemerintah Desa Lahabaru dan KPM untuk mengoptimalkan penggunaan aplikasi eHDW demi mewujudkan generasi penerus yang sehat dan bebas stunting.

Senin, 20 April 2026

OJT KPM: Penguatan Peran Kader dalam Konvergensi Penanganan Stunting

 Oleh : TPP Kec Watunohu

 
Kegiatan On the Job Training (OJT) Kader Pembangunan Manusia (KPM) resmi dibuka oleh Sekretaris Camat, Kadir, SE, sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas kader dalam mendukung percepatan penurunan stunting di tingkat desa. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias dan diikuti oleh para KPM dari berbagai desa.

Dalam sambutannya, Kadir, SE menekankan pentingnya peran KPM sebagai ujung tombak dalam pengumpulan dan pengelolaan data konvergensi stunting. Ia juga mendorong peserta untuk serius mengikuti seluruh rangkaian pelatihan agar mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di lapangan.

Materi utama dalam kegiatan ini difokuskan pada penggunaan aplikasi eHDW (electronic Human Development Worker), yang disampaikan oleh Tenaga Ahli Kabupaten Kolaka Utara, yakni Sultan Darampa dan Sufli. Keduanya memberikan pemahaman teknis terkait input data, pemantauan sasaran, serta pemanfaatan aplikasi sebagai alat bantu pengambilan keputusan berbasis data.

Selain itu, pendampingan teknis juga diperkuat oleh Pendamping Desa, yaitu Rusmin dan Andi Jayadi Fadli, serta Pendamping Lokal Desa Annisa Fauziyyah Syahrir. Mereka memberikan bimbingan langsung kepada peserta dalam praktik penggunaan aplikasi eHDW, sehingga peserta dapat memahami secara komprehensif.

Kegiatan OJT ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi KPM dalam mengelola data berbasis digital secara akurat dan tepat waktu. Dengan pemanfaatan aplikasi eHDW yang optimal, diharapkan intervensi program pembangunan manusia, khususnya dalam penanganan stunting, dapat berjalan lebih efektif dan terarah di tingkat desa.

Melalui sinergi antara pemerintah kecamatan, tenaga ahli, dan pendamping desa, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas di Kabupaten Kolaka Utara.

Sinergi Antara Kecamatan dan Pendamping Desa di Kecamatan Watunohu Dalam Mendukung OJT Kader Pembangunan Manusia (KPM)

  Oleh:  Annisa FS

Watunohu – Pendamping Desa Kecamatan Watunohu melaksanakan kegiatan koordinasi bersama Camat Watunohu, Zakaria Kasim, SH, terkait pelaksanaan On the Job Training (OJT) Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam rangka mendukung percepatan penurunan stunting di wilayah Kabupaten Kolaka Utara.

Kegiatan koordinasi ini berlangsung di Kantor Kecamatan Watunohu dan dihadiri oleh Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, serta unsur pemerintah kecamatan. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan OJT KPM di seluruh desa di Kecamatan Watunohu.

Dalam arahannya, Camat Watunohu menekankan pentingnya peran Kader Pembangunan Manusia sebagai ujung tombak dalam upaya konvergensi pencegahan stunting di tingkat desa. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh kualitas pendataan, pemantauan, serta pelaporan yang dilakukan oleh KPM di lapangan.

Pendamping Desa (Rusmin, ST) dalam kesempatan tersebut memaparkan rencana pelaksanaan OJT yang meliputi peningkatan kapasitas kader dalam pendataan sasaran rumah tangga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pemantauan layanan kesehatan dan gizi, serta penggunaan aplikasi e-HDW sebagai instrumen pelaporan kegiatan.

Selain itu, dibahas pula strategi pendampingan yang efektif agar KPM dapat menjalankan tugasnya secara optimal, termasuk koordinasi dengan pemerintah desa dan tenaga kesehatan setempat. Sinergi antara pemerintah kecamatan, pendamping desa, dan kader diharapkan mampu mempercepat pencapaian target penurunan stunting di wilayah Watunohu.

Kegiatan koordinasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang strategis dalam memastikan pelaksanaan OJT KPM berjalan efektif, terarah, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Kolaka Utara.Watunohu – Pendamping Desa Kecamatan Watunohu melaksanakan kegiatan koordinasi bersama Camat Watunohu, Zakaria Kasim, SH, terkait pelaksanaan On the Job Training (OJT) Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam rangka mendukung percepatan penurunan stunting di wilayah Kabupaten Kolaka Utara.

Kegiatan koordinasi ini berlangsung di Kantor Kecamatan Watunohu dan dihadiri oleh Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, serta unsur pemerintah kecamatan. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan OJT KPM di seluruh desa di Kecamatan Watunohu.

Dalam arahannya, Camat Watunohu menekankan pentingnya peran Kader Pembangunan Manusia sebagai ujung tombak dalam upaya konvergensi pencegahan stunting di tingkat desa. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh kualitas pendataan, pemantauan, serta pelaporan yang dilakukan oleh KPM di lapangan.

Pendamping Desa dalam kesempatan tersebut memaparkan rencana pelaksanaan OJT yang meliputi peningkatan kapasitas kader dalam pendataan sasaran rumah tangga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pemantauan layanan kesehatan dan gizi, serta penggunaan aplikasi e-HDW sebagai instrumen pelaporan kegiatan.

Selain itu, dibahas pula strategi pendampingan yang efektif agar KPM dapat menjalankan tugasnya secara optimal, termasuk koordinasi dengan pemerintah desa dan tenaga kesehatan setempat. Sinergi antara pemerintah kecamatan, pendamping desa, dan kader diharapkan mampu mempercepat pencapaian target penurunan stunting di wilayah Watunohu.

Kegiatan koordinasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang strategis dalam memastikan pelaksanaan OJT KPM berjalan efektif, terarah, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Kolaka Utara.Watunohu – Pendamping Desa Kecamatan Watunohu melaksanakan kegiatan koordinasi bersama Camat Watunohu, Zakaria Kasim, SH, terkait pelaksanaan On the Job Training (OJT) Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam rangka mendukung percepatan penurunan stunting di wilayah Kabupaten Kolaka Utara.

Kegiatan koordinasi ini berlangsung di Kantor Kecamatan Watunohu dan dihadiri oleh Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, serta unsur pemerintah kecamatan. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan OJT KPM di seluruh desa di Kecamatan Watunohu.

Dalam arahannya, Camat Watunohu menekankan pentingnya peran Kader Pembangunan Manusia sebagai ujung tombak dalam upaya konvergensi pencegahan stunting di tingkat desa. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh kualitas pendataan, pemantauan, serta pelaporan yang dilakukan oleh KPM di lapangan.

Pendamping Desa dalam kesempatan tersebut memaparkan rencana pelaksanaan OJT yang meliputi peningkatan kapasitas kader dalam pendataan sasaran rumah tangga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pemantauan layanan kesehatan dan gizi, serta penggunaan aplikasi e-HDW sebagai instrumen pelaporan kegiatan.

Selain itu, dibahas pula strategi pendampingan yang efektif agar KPM dapat menjalankan tugasnya secara optimal, termasuk koordinasi dengan pemerintah desa dan tenaga kesehatan setempat. Sinergi antara pemerintah kecamatan, pendamping desa, dan kader diharapkan mampu mempercepat pencapaian target penurunan stunting di wilayah Watunohu.

Kegiatan koordinasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang strategis dalam memastikan pelaksanaan OJT KPM berjalan efektif, terarah, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Kolaka Utara.

Rapat Koordinasi TPP Kabupaten Kolaka Utara Melalui Zoom Meeting, Tingkatkan Kapasitas Pendamping Desa

 Oleh : Rusmin


 Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Kolaka Utara melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) secara daring melalui Zoom Meeting dalam rangka meningkatkan kapasitas dan profesionalisme pendamping desa. Kegiatan ini dihadiri oleh Tenaga Ahli, Pendamping Desa (PD), serta Pendamping Lokal Desa (PLD) se-Kabupaten Kolaka Utara, yang mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias dan partisipasi aktif.

Rakor ini menghadirkan agenda strategis yang berfokus pada penguatan kompetensi teknis pendamping desa, khususnya dalam pemanfaatan teknologi informasi dan penguatan kelembagaan ekonomi desa. Kegiatan diawali dengan sesi On the Job Training (OJT) pembuatan Blogspot yang disampaikan oleh Sultan Darampa selaku Tenaga Ahli Kabupaten Kolaka Utara. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara rinci tahapan pembuatan blog mulai dari proses pendaftaran, pengaturan tampilan, hingga teknik pengelolaan konten yang efektif dan informatif.

Peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga diajak untuk praktik langsung dalam membuat dan mengelola blog desa masing-masing. Hal ini bertujuan agar pendamping desa mampu mengoptimalkan penggunaan Blogspot sebagai media publikasi kegiatan desa, sarana transparansi informasi, serta dokumentasi program pembangunan yang dapat diakses oleh masyarakat luas. Selain itu, blog juga diharapkan menjadi wadah promosi potensi desa guna mendukung pengembangan ekonomi lokal.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai pemeringkatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) oleh Sufly yang juga merupakan Tenaga Ahli Kabupaten Kolaka Utara. Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman komprehensif terkait indikator penilaian BUMDes, mulai dari aspek kelembagaan, usaha, administrasi, hingga dampak ekonomi terhadap masyarakat desa. Sufly menekankan pentingnya tata kelola BUMDes yang profesional, transparan, dan akuntabel guna meningkatkan daya saing serta keberlanjutan usaha desa.

Lebih lanjut, disampaikan pula strategi peningkatan kinerja BUMDes melalui inovasi usaha, penguatan manajemen, serta peran aktif pendamping desa dalam melakukan pembinaan dan pendampingan. Pendamping desa diharapkan mampu menjadi fasilitator yang efektif dalam mendorong BUMDes agar berkembang menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan.

Kegiatan Rakor berlangsung secara interaktif dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab antara pemateri dan peserta. Berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi di lapangan turut dibahas secara konstruktif untuk mendapatkan solusi bersama.

Melalui pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan seluruh Tenaga Pendamping Profesional di Kabupaten Kolaka Utara semakin meningkat kapasitas dan kompetensinya, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital serta penguatan kelembagaan ekonomi desa. Dengan demikian, peran pendamping desa dalam mendukung pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

PENYALURAN BLT DESA NYULE SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG KESEJAHTRAAN MASYARAKAT

Oleh : TPP Watunohu 

Pemerintah Desa Nyule melaksanakan kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa untuk periode Januari sampai dengan Maret Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara tunai bertempat di Kantor Desa Nyule dan dihadiri oleh Kepala Desa Nyule, Bapak Mappagilingsa, SE, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, serta pendamping desa yaitu Rusmin dan Andi Jayadi Fadli.


Penyaluran BLT Desa ini diberikan kepada 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah ditetapkan berdasarkan hasil musyawarah desa serta verifikasi data yang dilakukan oleh pemerintah desa. Setiap KPM menerima bantuan sebesar Rp300.000 per bulan. Dengan demikian, untuk periode tiga bulan (Januari, Februari, dan Maret 2026), masing-masing KPM menerima total bantuan sebesar Rp900.000.

Secara langsung untuk menerima bantuan serta menandatangani daftar penerimaan sebagai bentuk pertanggungjawaban administrasi.


Kepala Desa Nyule, Mappagilingsa, SE, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa BLT Desa merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah desa dalam membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya bagi keluarga yang tergolong kurang mampu. Beliau berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Melalui penyaluran BLT Desa ini, diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memberikan dukungan bagi keluarga penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka.