This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 20 April 2026

OJT KPM: Penguatan Peran Kader dalam Konvergensi Penanganan Stunting

 Oleh : TPP Kec Watunohu

 
Kegiatan On the Job Training (OJT) Kader Pembangunan Manusia (KPM) resmi dibuka oleh Sekretaris Camat, Kadir, SE, sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas kader dalam mendukung percepatan penurunan stunting di tingkat desa. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias dan diikuti oleh para KPM dari berbagai desa.

Dalam sambutannya, Kadir, SE menekankan pentingnya peran KPM sebagai ujung tombak dalam pengumpulan dan pengelolaan data konvergensi stunting. Ia juga mendorong peserta untuk serius mengikuti seluruh rangkaian pelatihan agar mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di lapangan.

Materi utama dalam kegiatan ini difokuskan pada penggunaan aplikasi eHDW (electronic Human Development Worker), yang disampaikan oleh Tenaga Ahli Kabupaten Kolaka Utara, yakni Sultan Darampa dan Sufli. Keduanya memberikan pemahaman teknis terkait input data, pemantauan sasaran, serta pemanfaatan aplikasi sebagai alat bantu pengambilan keputusan berbasis data.

Selain itu, pendampingan teknis juga diperkuat oleh Pendamping Desa, yaitu Rusmin dan Andi Jayadi Fadli, serta Pendamping Lokal Desa Annisa Fauziyyah Syahrir. Mereka memberikan bimbingan langsung kepada peserta dalam praktik penggunaan aplikasi eHDW, sehingga peserta dapat memahami secara komprehensif.

Kegiatan OJT ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi KPM dalam mengelola data berbasis digital secara akurat dan tepat waktu. Dengan pemanfaatan aplikasi eHDW yang optimal, diharapkan intervensi program pembangunan manusia, khususnya dalam penanganan stunting, dapat berjalan lebih efektif dan terarah di tingkat desa.

Melalui sinergi antara pemerintah kecamatan, tenaga ahli, dan pendamping desa, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas di Kabupaten Kolaka Utara.

Sinergi Antara Kecamatan dan Pendamping Desa di Kecamatan Watunohu Dalam Mendukung OJT Kader Pembangunan Manusia (KPM)

  Oleh:  Annisa FS

Watunohu – Pendamping Desa Kecamatan Watunohu melaksanakan kegiatan koordinasi bersama Camat Watunohu, Zakaria Kasim, SH, terkait pelaksanaan On the Job Training (OJT) Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam rangka mendukung percepatan penurunan stunting di wilayah Kabupaten Kolaka Utara.

Kegiatan koordinasi ini berlangsung di Kantor Kecamatan Watunohu dan dihadiri oleh Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, serta unsur pemerintah kecamatan. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan OJT KPM di seluruh desa di Kecamatan Watunohu.

Dalam arahannya, Camat Watunohu menekankan pentingnya peran Kader Pembangunan Manusia sebagai ujung tombak dalam upaya konvergensi pencegahan stunting di tingkat desa. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh kualitas pendataan, pemantauan, serta pelaporan yang dilakukan oleh KPM di lapangan.

Pendamping Desa (Rusmin, ST) dalam kesempatan tersebut memaparkan rencana pelaksanaan OJT yang meliputi peningkatan kapasitas kader dalam pendataan sasaran rumah tangga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pemantauan layanan kesehatan dan gizi, serta penggunaan aplikasi e-HDW sebagai instrumen pelaporan kegiatan.

Selain itu, dibahas pula strategi pendampingan yang efektif agar KPM dapat menjalankan tugasnya secara optimal, termasuk koordinasi dengan pemerintah desa dan tenaga kesehatan setempat. Sinergi antara pemerintah kecamatan, pendamping desa, dan kader diharapkan mampu mempercepat pencapaian target penurunan stunting di wilayah Watunohu.

Kegiatan koordinasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang strategis dalam memastikan pelaksanaan OJT KPM berjalan efektif, terarah, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Kolaka Utara.Watunohu – Pendamping Desa Kecamatan Watunohu melaksanakan kegiatan koordinasi bersama Camat Watunohu, Zakaria Kasim, SH, terkait pelaksanaan On the Job Training (OJT) Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam rangka mendukung percepatan penurunan stunting di wilayah Kabupaten Kolaka Utara.

Kegiatan koordinasi ini berlangsung di Kantor Kecamatan Watunohu dan dihadiri oleh Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, serta unsur pemerintah kecamatan. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan OJT KPM di seluruh desa di Kecamatan Watunohu.

Dalam arahannya, Camat Watunohu menekankan pentingnya peran Kader Pembangunan Manusia sebagai ujung tombak dalam upaya konvergensi pencegahan stunting di tingkat desa. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh kualitas pendataan, pemantauan, serta pelaporan yang dilakukan oleh KPM di lapangan.

Pendamping Desa dalam kesempatan tersebut memaparkan rencana pelaksanaan OJT yang meliputi peningkatan kapasitas kader dalam pendataan sasaran rumah tangga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pemantauan layanan kesehatan dan gizi, serta penggunaan aplikasi e-HDW sebagai instrumen pelaporan kegiatan.

Selain itu, dibahas pula strategi pendampingan yang efektif agar KPM dapat menjalankan tugasnya secara optimal, termasuk koordinasi dengan pemerintah desa dan tenaga kesehatan setempat. Sinergi antara pemerintah kecamatan, pendamping desa, dan kader diharapkan mampu mempercepat pencapaian target penurunan stunting di wilayah Watunohu.

Kegiatan koordinasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang strategis dalam memastikan pelaksanaan OJT KPM berjalan efektif, terarah, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Kolaka Utara.Watunohu – Pendamping Desa Kecamatan Watunohu melaksanakan kegiatan koordinasi bersama Camat Watunohu, Zakaria Kasim, SH, terkait pelaksanaan On the Job Training (OJT) Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam rangka mendukung percepatan penurunan stunting di wilayah Kabupaten Kolaka Utara.

Kegiatan koordinasi ini berlangsung di Kantor Kecamatan Watunohu dan dihadiri oleh Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, serta unsur pemerintah kecamatan. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan OJT KPM di seluruh desa di Kecamatan Watunohu.

Dalam arahannya, Camat Watunohu menekankan pentingnya peran Kader Pembangunan Manusia sebagai ujung tombak dalam upaya konvergensi pencegahan stunting di tingkat desa. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh kualitas pendataan, pemantauan, serta pelaporan yang dilakukan oleh KPM di lapangan.

Pendamping Desa dalam kesempatan tersebut memaparkan rencana pelaksanaan OJT yang meliputi peningkatan kapasitas kader dalam pendataan sasaran rumah tangga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pemantauan layanan kesehatan dan gizi, serta penggunaan aplikasi e-HDW sebagai instrumen pelaporan kegiatan.

Selain itu, dibahas pula strategi pendampingan yang efektif agar KPM dapat menjalankan tugasnya secara optimal, termasuk koordinasi dengan pemerintah desa dan tenaga kesehatan setempat. Sinergi antara pemerintah kecamatan, pendamping desa, dan kader diharapkan mampu mempercepat pencapaian target penurunan stunting di wilayah Watunohu.

Kegiatan koordinasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang strategis dalam memastikan pelaksanaan OJT KPM berjalan efektif, terarah, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Kolaka Utara.

Rapat Koordinasi TPP Kabupaten Kolaka Utara Melalui Zoom Meeting, Tingkatkan Kapasitas Pendamping Desa

 Oleh : Rusmin


 Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Kolaka Utara melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) secara daring melalui Zoom Meeting dalam rangka meningkatkan kapasitas dan profesionalisme pendamping desa. Kegiatan ini dihadiri oleh Tenaga Ahli, Pendamping Desa (PD), serta Pendamping Lokal Desa (PLD) se-Kabupaten Kolaka Utara, yang mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias dan partisipasi aktif.

Rakor ini menghadirkan agenda strategis yang berfokus pada penguatan kompetensi teknis pendamping desa, khususnya dalam pemanfaatan teknologi informasi dan penguatan kelembagaan ekonomi desa. Kegiatan diawali dengan sesi On the Job Training (OJT) pembuatan Blogspot yang disampaikan oleh Sultan Darampa selaku Tenaga Ahli Kabupaten Kolaka Utara. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara rinci tahapan pembuatan blog mulai dari proses pendaftaran, pengaturan tampilan, hingga teknik pengelolaan konten yang efektif dan informatif.

Peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga diajak untuk praktik langsung dalam membuat dan mengelola blog desa masing-masing. Hal ini bertujuan agar pendamping desa mampu mengoptimalkan penggunaan Blogspot sebagai media publikasi kegiatan desa, sarana transparansi informasi, serta dokumentasi program pembangunan yang dapat diakses oleh masyarakat luas. Selain itu, blog juga diharapkan menjadi wadah promosi potensi desa guna mendukung pengembangan ekonomi lokal.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai pemeringkatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) oleh Sufly yang juga merupakan Tenaga Ahli Kabupaten Kolaka Utara. Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman komprehensif terkait indikator penilaian BUMDes, mulai dari aspek kelembagaan, usaha, administrasi, hingga dampak ekonomi terhadap masyarakat desa. Sufly menekankan pentingnya tata kelola BUMDes yang profesional, transparan, dan akuntabel guna meningkatkan daya saing serta keberlanjutan usaha desa.

Lebih lanjut, disampaikan pula strategi peningkatan kinerja BUMDes melalui inovasi usaha, penguatan manajemen, serta peran aktif pendamping desa dalam melakukan pembinaan dan pendampingan. Pendamping desa diharapkan mampu menjadi fasilitator yang efektif dalam mendorong BUMDes agar berkembang menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan.

Kegiatan Rakor berlangsung secara interaktif dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab antara pemateri dan peserta. Berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi di lapangan turut dibahas secara konstruktif untuk mendapatkan solusi bersama.

Melalui pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan seluruh Tenaga Pendamping Profesional di Kabupaten Kolaka Utara semakin meningkat kapasitas dan kompetensinya, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital serta penguatan kelembagaan ekonomi desa. Dengan demikian, peran pendamping desa dalam mendukung pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

PENYALURAN BLT DESA NYULE SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG KESEJAHTRAAN MASYARAKAT

Oleh : TPP Watunohu 

Pemerintah Desa Nyule melaksanakan kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa untuk periode Januari sampai dengan Maret Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara tunai bertempat di Kantor Desa Nyule dan dihadiri oleh Kepala Desa Nyule, Bapak Mappagilingsa, SE, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, serta pendamping desa yaitu Rusmin dan Andi Jayadi Fadli.


Penyaluran BLT Desa ini diberikan kepada 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah ditetapkan berdasarkan hasil musyawarah desa serta verifikasi data yang dilakukan oleh pemerintah desa. Setiap KPM menerima bantuan sebesar Rp300.000 per bulan. Dengan demikian, untuk periode tiga bulan (Januari, Februari, dan Maret 2026), masing-masing KPM menerima total bantuan sebesar Rp900.000.

Secara langsung untuk menerima bantuan serta menandatangani daftar penerimaan sebagai bentuk pertanggungjawaban administrasi.


Kepala Desa Nyule, Mappagilingsa, SE, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa BLT Desa merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah desa dalam membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya bagi keluarga yang tergolong kurang mampu. Beliau berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Melalui penyaluran BLT Desa ini, diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memberikan dukungan bagi keluarga penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Festival Kampung Adat

  

 Jakarta - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto menghadiri Festival Kampung Adat Cikondang, hari ini. Yandri menyebut Kampung Adat Cikondang miliki pemandangan yang indah jadi jika memungkinkan sebagian wilayah dijadikan Desa Wisata.

Adapun Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) saat ini fokus untuk sukseskan Asta Cita 6 Presiden Prabowo Subianto, yaitu Membangun Dari Desa dan Dari Bawah untuk Pemerataan Ekonomi dan Pemberantasan Kemiskinan.

Detik.com melaporkan bahwa Kesejahteraan itu dimulai dari Desa, olehnya Kemendes PDT mengajak sejumlah pihak untuk kolaborasi, salah satunya Lumbung Kesejahteraan Rakyat.

"Mari kita mulai Lumbung Pangan Desa di Indonesia dari Desa Adat Cikondang," kata Yandri dalam keterangannya, Minggu (9/11/2025).

Yandri menyebut Lumbung Pangan merupakan kearifan lokal yang perlu dilestarikan dan dikembangkan lagi di desa-desa di Indonesia. 

Lumbung Pangan Desa ini masuk 12 Rencana Aksi Kemendes PDT yaitu Swasembada Pangan.
Ia pun mengajak warga desa, utamanya Kampung Adat Cikondang untuk menyukseskan program-program Pemerintah yang masuk ke desa-desa seperti Koperasi Desa Merah Putih, Makan Bergizi Gratis (MBG), BUMDesa hingga Sekolah Rakyat.

Warga desa diminta berpartisipasi dalam menyiapkan bahan baku untuk program MBG seperti Telur, Beras hingga ikan. Hal ini bakal memberi efek ekonomi bagi warga desa.

"Jika desa jadi penyuplai bahan baku untuk MBG akan membuat desa bangkit dari sisi ekonomi," kata Mantan Wakil Ketua MPR RI ini.

Lebih lanjut, Yandri berharap agar program-program Pemerintah yang ada didesa itu kemudian dikolaborasikan untuk mencapai program Indonesia Emas 2045. 

Pembangunan Desa Harus Mengendepankan Partisipasi dan Transparansi

  Oleh : Annisa FS

Pemerintah Desa Sapoiha Kecamatan Watunohu Kabupaten Kolaka Utara menggelar musyawarah desa khusus (musdesus) dalam rangka persetujuan dukungan pengembalian pinjaman koperasi Desa Merah Putih di kantor Desa Sapoiha Senin ( 03/11/2025 ) dengan dihadiri Camat Watunohu, Kepala Desa beserta Perangkat Desa Sapoiha, BPD, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Pendamping Desa, serta pengurus Koperasi Desa Merah Putih.

 Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi kesenjangan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat desa.

 Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, pembentukan Koperasi ini bertujuan untuk mempercepat pengembangan desa melalui pemberian pembiayaan yang berbasis pada pinjaman yang bersumber dari bank dengan dukungan fasilitas pengembalian pinjaman yang bersumber dari dana desa.

 Acara dibuka oleh Ketua BPD yang menegaskan pentingnya musyawarah sebagai wadah dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kepentingan ekonomi masyarakat desa dan beliau sangat berharap keterlibatan Bisnis Asisten Kemenkop dalam mendampingi jalannya Koperasi ini .

 Permendesa PDT Nomor 10 Tahun 2025 adalah langkah penting dalam percepatan pembentukan dan pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih.


Melalui Musdesus pada kesempatan ini Pendamping Desa menyampaikan bahwa kepala desa berwenang memberikan persetujuan pembiayaan pinjaman dalam rangka pelaksanaan kegiatan usaha KDMP.

Dengan mekanisme persetujuan dari Kepala Desa yang jelas, diharapkan koperasi ini dapat berkembang dengan dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah desa.

 "Dana Dukungan  merupakan dana jaminan apabila terjadi gagal bayar saat melakukan pengembalian pinjaman dan  dana ini tidak boleh melebihi 30% dari pagu dana desa per tahun anggaran," himbau Rusmin dalam arahannya selaku Pendamping Desa.

 Dengan melihat potensi desa yang ada,pengurus KDMP berencana akan melakukan usaha pengadaan Cold Storage dengan tujuan menjadi tempat penampungan hasil dari para nelayan yang ada di Desa Sapoiha.

 Dalam sambutannya , Babinsa juga menyampaikan harapannya agar para pengurus KDMP bisa terbuka melakukan koordinasi kepada pihak - pihak yang turut mengawasi jalannya Koperasi ini .

 Rapat Musdesus ditutup oleh Kepala Desa Sapoiha dengan kesimpulan bersedia memberikan dukungan kepada KDMP yang di tuliskan dalam berita acara yang ditanda tangani serta diserah terimakan yang nantinya menjadi acuan dalam melaksanakan KDMP kedepannya.*

Camat Watunohu : "Penting Penyamaan Persepsi Tata Cara Pinjaman KOpdes MP"

  Oleh : Rusmin*)


Watunohu, Kolaka Utara — Pemerintah Kecamatan Watunohu menggelar Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Permendes PDTT Nomor 10 Tahun 2025 tentang  Mekanisme Persetujuan dari Kepala Desa dalam Rangka Pembiayaan Koprasi Desa Merah Putih serta Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pinjaman dalam Rangka Pendanaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Kegiatan ini berlangsung di Gedung Olahraga dan Seni Desa Lahabaru Kecamatan Watunohu Kabupaten Kolaka Utara Provinsi Sulawesi Tenggara dan dihadiri oleh berbagai pihak yang berperan penting dalam pembangunan desa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Watunohu, Musakkir, S.Pd., M.M., Tenaga Ahli P3MD Kabupaten Kolaka Utara, Sultan Darampa, serta Pendamping Desa Kecamatan Watunohu, Rusmin, S.T., dan Bisnis Asisten (BA) Koperasi Desa Merah Putih yang menjadi mitra dalam penguatan ekonomi desa. Selain itu, para kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) se-Kecamatan Watunohu juga hadir secara aktif dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Camat Watunohu, Musakkir, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk menyamakan persepsi  Mekanisme Persetujuan dari Kepala Desa dalam Rangka Pembiayaan Koprasi Desa Merah Putih selain itu juga yang tak kalah pentingnya juga menyamakan persepsi mengenaiTata Cara Pinjaman dalam Rangka Pendanaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” ujarnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli P3MD Kabupaten Kolaka Utara, Sultan Darampa, dalam pemaparannya menjelaskan secara rinci substansi dari Permendes PDTT Nomor 10 Tahun 2025 yang mengatur dukungan Pembiayaan Dana Desa sebesar maksimal 30% dari pagu Dana Desa yang dipergunakan untuk menutupi kekurangan pengembalian pokok dan bunga/margin/bagihasil pinjaman yang telah jatu tempo

Lebih lanjut, Pendamping Desa Kecamatan Watunohu, Rusmin, S.T., menambahkan bahwa implementasi kebijakan ini sangatlah penting maka diharapkan pemerintah Desa bersama BPD segera melakukan Musyawarah Desa Khusus untuk Membahas persetujuan Kepala Desa dalam rangka pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih,” tegasnya.


Selanjutnya Pendamping Desa memfasilitasi penyusunan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) pelaksanaan Musyawarah Desa Khusus tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Bisnis Asisten (BA) Koperasi Desa Merah Putih menyampaikan akan melakukan pendampingan dalam hal kegiatan bisnis dan dokumen KDMP untuk kelancaran jalannya kegiatan dan operasional KDMP tersebut

Di akhir kegiatan, peserta rapat menyepakati beberapa poin penting, antara lain:

1.     Seluruh desa di Kecamatan Watunohu akan segera melaksanakan Musyawarah Desa Khusus sesuai dengan RKTL

2.     Pendamping Desa dan TA P3MD akan melakukan fasilitasi dan pendampingan dalam Musyawarah Desa Khusus.

3.     Pemerintah desa akan memperkuat kolaborasi dengan lembaga KDMP untuk menunjang perekonomian masyarakat di desa

Kegiatan ditutup dengan ajakan dari Camat Watunohu agar seluruh kepala desa dan BPD serta pengurus KDMP terus meningkatkan koordinasi untuk kelancaran jalannya KDMP “Kita harus terus berinovasi dan bekerja dengan hati untuk kesejahteraan masyarakat desa. Peraturan boleh berubah, tapi tujuan kita tetap sama — yaitu membangun desa yang mandiri dan berdaya,” pungkasnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh pemerintah desa di Kecamatan Watunohu semakin siap menghadapi tahun anggaran 2026 dengan kerja yang ikhlas dan tulus untuk keberhasilan KDMP ini sehingga kesahtraan masyarakat dapat merata, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.